Bahan Pembuatan Komposter

Membuat kompos adalah salah satu usaha yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah – sampah organik yang ada di sekitar rumah. Memang masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa membuat kompos adalah suatu hal yang mudah untuk dilakukan sendiri di rumah. Bahan pembuatan komposter juga menggunakan bahan – bahan yang ada di sekitar kita sehingga tidak susah untuk mencarinya.

Dengan mengompos, kita bisa mengolah sampah organik menjadi suatu hal yang lebih bermanfaat. Tak hanya itu, membuat kompos juga memberikan banyak manfaat lainnya. Penasaran bagaimana cara membuat komposer? Simaklah artikel berikut ini.

 

Manfaat Membuat Kompos

bahan pembuatan komposter

Sebagian besar orang berpikiran bahwa dengan membuang sampah organik ke TPA akan berdampak baik bagi lingkungan, padahal kenyataannya sampah organik yang tertimbun di TPA akan membahayakan bumi kita.

Hal ini dapat terjadi karena sisa sampah organik yang tertimbun akan terurai tanpa oksigen atau dengan anaerob. Penguraian ini akan berdampak terbentuknya gas metana dalam jumlah yang banyak dan perlu kalian ketahui bahwa gas metana inilah yang menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global.

Setelah dilakukan riset, terbukti bahwa gas metana memiliki bahaya 30 kali lipat lebih tinggi yang akan menyebabkan pemanasan global dibandingkan dengan gas karbon dioksida. Oleh karena itu, dengan membuat komposter kita bisa menghambat penambahan gas metana sehingga mengurangi efek rumah kaca dan juga pemanasan global.

Baca juga: Cara Membuat Kompos dari Daun Kering

 

Bahan – Bahan Pembuatan Komposter

cara membuat komposter

Sebelum kita mulai pembuatan komposter, kita harus menyiapkan bahan – bahannya terlebih dahulu. kita membutuhkan 4 jenis bahan yaitu: Karbon (sampah coklat), Nitrogen (sampah hijau), Air, dan Oksigen. Untuk proses pembuatan dan hasil yang efektif dalam pembuatan pupuk kompos perbandingan penggunaan antara sampah coklat dengan sampah hijau = 3:1.

Jika kita hanya menggunakan sampah coklat saja maka proses pembuatan pupuk kompos akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Berikut bahan-bahan yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam komposter.

Bahan yang boleh digunakan untuk membuat kompos:

Bahan Coklat:

  • Serbuk gergaji
  • Daun / rumput kering
  • Serutan kayu
  • Limbah kertas
  • Sekam padi
  • Kulit jagung
  • Jerami
  • Tangkai sayuran

Bahan Hijau:

  • Sayuran
  • Daun / rumput segar
  • Buah
  • Teh / kopi
  • Kulit telur
  • Pupuk kandang

Bahan – bahan yang tidak boleh digunakan:

  • Daging
  • Tulang ikan
  • Susu, keju, yoghurt,
  • minyak / lemak
  • Tanaman gulma
  • Kotoran hewan kucing / anjing

Bahan – bahan ini tidak boleh digunakan karena akan merugikan proses penguraian pada komposer.

  • Daging, tulang ikan, minyak, lemak, susu, dan keju dapat menarik hewan – hewan seperti lalat dan hal ini akan menyebabkan munculnya belatung yang akan mengganggu proses penguraian kompos.
  • Kotoran anjing dan juga kotoran kucing dapat membawa penyakit yang berbahaya.
  • Tanaman gulma yang berhama atau yang terkena penyakit akan masih terkandung dalam kompos.

 

Jenis – Jenis Komposer

bahan pembuatan komposter

Sebelum kita masuk ke proses pembuatan komposter, kita sebaiknya menyiapkan bahan – bahan yang akan digunakan terlebih dahulu. Berikut adalah perinciannya:

1. Takakura

Tatakura merupakan teknik mengompos yang dikembangkan oleh Koji Takakura, ahli kimia terapan dari Himeji Institute of Technology Jepang. Komposter ini bisa menggunakan keranjang cucian bekas yang berlubang-lubang dan dilapisi oleh kardus bekas. Bahan-bahan komposter seperti sampah hijau, sampah cokat dan tanah pun di susu sedemikian rupa seperti ini:

2. Gerabah atau Komposter Pot

Prinsip komposter gerabah adalah mengikuti kearifan lokal masyarakat Indonesia yakni membuat lubang di tanah untuk mengubur sampah. Gerabah memiliki sifat yang ‘bernafas’ sehingga memberikan sirkulasi udara yang lebih baik daripada penggunaan plastik. Komposter Gerabah ini bisa dipanen saat sudah penuh. Yuk belajar membuat Komposter Gerabah disini atau disini

3. Komposter drum atau Kontainer (indoor friendly)

Komposter jenis ini menggunakan drum plastik atau metal bekas dengan melubangi bagian bawah untuk mendapatkan sirkulasi udara (aerob). Jenis komposter ini yang menurut saya paling cocok untuk digunakan di lahan sempit atauh bahkan indoor di dalam apartemen! Bahkan komposter jenis ini bisa dietakkan di dapurmu! Yuk belajar membuat komposter ini disini (bahasa inggris)

4. Worm Bin (indoor friendly)

Sesuai dengan namanya,jenis komposter ini menggunakan cacing sebagai media pengurai. Kita bisa menggunakan kotak plastik beserta tutupnya untuk membuat komposter jenis worm bin ini. Tidak lupa juga, kita membutuhkan cacing untuk diletakkan di dalam komposter ini sebagai pengurai. Kamu bisa cek cara membuat dan merawat worm bin kompostermu disini dan disini (bahasa inggris).

5. Biopori

Lubang biopori adalah jenis komposter yang terletak di dalam tanah. Jenis komposter ini bisa menampung segala jenis material organik termasuk sisa organik basah yang berlemak dan berminyak (sisa tulang). Biopori dibuat dengan menggunakan pipa paralon dengan diameter 10 cm yang dilubangi kecil-kecil (pori-pori) dan dimasukkan secara veritkal kedalam tanah sedalam 100 cm.

 

Langkah – Langkah Membuat Komposter

bahan pembuatan komposter

Setelah kita mengenal jenis-jenis komposter, langsung kita bisa membuat Komposter sederhana dirumah. Pada dasarnya semua jenis komposter memiliki prinsip umum pembuatan yang hampir sama (kecuali biopori dimana sisa organik tidak perlu diaduk). Berikut 5 langkah mudah untuk memiliki komposter sederhana dirumah!

Step 1

Siapkan bahan baku: sampah coklat, sampah hijau, tanah, air cucian beras, bisa juga ditambahkan EM4 yang merupakan bioaktivator untuk mempercepat proses penguraianSiapkan alat: sesuaikan dengan tipe komposter yang kita pilih

tatakura: keranjang berlubang, kardus bekas
gerabah: pot gerabah, bor
drum atau kontainer: drum plastik/metal bekas cat atau lainnya, bor

Step 2

Lubangi drum plastik/pot dengan bor dan isi dengan campuran sampah hijau dan sampah coklat dengan perbandingan 1:1. Ada baiknya sampah hijau yang berupa sampah organik di cincang terlebih dahulu untuk mempermudah proses penguraian. Campurkan pupuk kompos yang sudah jadi dengan tanah biasa dengan perbandingan 1:1. Tanah mengandung mikroba yang akan membantu proses pengomposan.

Step 3

Masukkan seluruh campuran ini kemudian ke dalam bak kompos. Kotoran ternak seperti kotoran ayam atau sapi bisa dimasukkan. Siramkan air gula merah atau cucian beras hingga terlihat agak lembab. Tutup bak kompos dengan rapat dan biarkan proses penguraian terjadi

Step 4

Aduk komposter setiap satu minggu. Pada minggu pertama dan ke-2, mikroba mulai bekerja menguraikan sampah. Biasanya pada tahap ini suhu sampah akan naik menjadi sekitar 40 C.

Step 5

Kompos dikatakan sudah jadi apabila warna menjadi kehitaman dan tidak ada bau sampah sekitar 4-6 minggu. Pisahkan bagian yang kasar dengan ayakan, ambil yang halus. Pupuk kompos yang kasar dapat dicampurkan kembali ke dalam bak pengomposan sebagai aktivator.

RSS
Follow by Email