Cara Budidaya Ikan Mujair Nila agar Cepat Besar dan Sehat

Cara budidaya ikan mujair nila merupakan salah satu ilmu pengetahuan wajib untuk anda yang ingin terjun ke dunia bisnis tersebut. Pasalnya, pembudidayaan ikan mujair bisa dikatakan cukup mudah serta sangat cepat dalam pertumbuhannya, sehingga cocok bagi para peternak pemula guna uji coba.

Panduan dan Cara Budidaya Ikan Mujair Nila yang Efisien

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai pembudidayaannya, sedikit kilas balik tentang sejarahnya. Nama ikan tersebut diambil dari nama seseorang yang menemukannya pertama kali yaitu bapak Mujair pada tahun 1939 di Muara serangan, Sungai Blitar, Jawa Timur. Berikut beberapa cara budidayanya:

Cara Budidaya Ikan Mujair Nila

1. Menyiapkan Kolam

Langkah pertama yang harus anda laksanakan untuk memulai pembudidayaan ikan mujair nila adalah menyiapkan kolam. Proses ini pada dasarnya tidak boleh lakukan sembarang karena berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan. Ada 3 jenis kolam yang sering dipakai yaitu terpal, semen dan tanah.

Jika anda menggunakan terpal sebagai media pembudidayaannya, maka ukuran kolam yaitu berkisar 50x50x100 m2. Selain itu siapkanlah kayu dan bambu serta kebutuhan pendukung lainnya. Komponen tersebut nantinya akan digunakan untuk menyangga setiap sudut kolam supaya tidak mudah bergeser.

2. Proses Memilih Induk

Tahap penting berikutnya dalam pembudidayaan ikan mujair nila adalah memilih induk berkualitas karena akan mempengaruhi hasil benih nantinya. Pastikan bahwa anda benar-benar memahami jenisnya berdasarkan bobot idealnya yaitu berkisar 100 gram serta dapat membedakan antara jantan dan betina.

Pada indukan jantan memiliki dua lubang di bagian urogenital yaitu sperma serta anus dan merangkap sebagai pembuangan urine. Sedangkan betina, terdapat tiga lubang urogenital, kemudian ujung siripnya berwarna kemerahan sedikit pucat. Lalu, jika Anda memijat bagian perutnya maka akan keluar cairan.

3. Proses Pemijahan Benih

Cara budidaya ikan mujair nila berikutnya yaitu proses pemijahan. Dalam tahap ini, ada beberapa hal yang harus anda lakukan secara baik dan benar. Buatlah kolam dengan ukuran sekitar 3×4 meter serta kedalaman 60 cm. Tambahkan lumpur halus di bagian dasar kolam guna membuat sarang ikan mujair.

Setelah proses pembuatan kolam khusus telah selesai, indukan jantan dan betina bisa mulai di masukan dengan perbandingan 3:2. Saat proses pembuahan berlangsung, maka betina akan mengumpulkan lalu menjaganya di dalam mulut. Proses inkubasi akan berlangsung sekitar 3-5 hari, barulah telur menetas.

4. Proses Penebaran Bibit

Jika kolam pembudidayaan telah dibuat dan diisi air sesuai ketentuan, maka anda bisa langsung memasukan benih ke dalam kolam tersebut secara perlahan. Ada baiknya untuk melangsungkan tahapan ini di waktu sore hari dengan jumlah kepadatan berkisar 400 hingga 500 populasi per kolam.

Pada hari pertama, mungkin anda akan menemukan beberapa ikan mujair yang mati. Jangan panik, karena hal tersebut sangatlah normal. Tapi, apabila angka kematiannya cukup tinggi, maka sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan terhadap kolam dan aspek lainnya sebelum semakin parah.

5. Proses Pemeliharaan Ikan

Pada dasarnya, tahap sebelumnya masih masuk dalam kategori persiapan untuk pembudidayaan. Oleh sebab itu, ketika semuanya telah disiapkan maka langkah berikutnya ialah pemeliharaan. Di titik ini sangat menentukan hasil panen serta untung atau ruginya budidaya ikan mujair nila.

Berikan pakan padat berupa pelet buatan yang mengandung lemak 30%, protein 28% serta karbohidrat 15%. Lakukanlah secara rutin sebanyak 3 kali sehari yaitu di waktu pagi, siang dan sore. Rajin-rajinlah mengecek kondisi kolam dengan mengganti airnya apabila sudah keruh.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara budidaya ikan mujair nila. Biasanya masa panen apabila usia ikan tersebut sudah mencapai 4-5 bulan sejak benih ditaburkan dan bisa dipasarkan secara umum.

RSS
Follow by Email