Cara Menghadapi Dosen Berdasarkan Karakternya

Di tiap-tiap kampus, tentu banyak dosen yang berpikiran sangat cemerlang dan membagikan pengetahuan denganmu, sebagai mahasiswinya. Namun tak jarang pula kita bertemu bersama dosen yang galak, tegas atau lebih-lebih ia kerap melucu saat mengajar.

Tapi punya dosen yang dapat ikuti “gaya” mahasiswanya alias dapat bersikap asyik, kita nggak sangat pusing memikirkannya. Tapi bagaimana jika kita harus berhadapan bersama dosen yang berkarakter serius seperti di bawah ini, padahal kamu sangat menyukai mata kuliahnya dan senantiasa idamkan beroleh nilai memuaskan.

 

1. Teoritis

Karakter dosen yang teoritis umumnya tidak cukup begitu keluar akrab bersama mahasiswanya. Bukan dikarenakan mereka jahat, tetapi memang seperti itu adanya, Bela. Tapi kamu harus mengetahui jika dosen seperti ini memang berharap banyak kepada mahasiswanya untuk mendapat nilai baik. Saat kamu berhadapan bersama dosen seperti ini, pastikan kamu punya argumen yang tertentu dan kamu sangat menguasai topik yang sedang kamu bicarakan dengannya. Jangan tunjukkan sikap sok mengetahui ya Bela.

2. Dosen Muda

Mereka memang mempunyai karisma yang luar biasa, lebih-lebih berkomunikasi bersama dosen berusia lebih muda memicu kita lebih nyaman dengan joki kti kedokteran. Tapi kamu harus tahu, meski umur terbilang muda berprofesi sebagai dosen dan udah memeroleh gelar tinggi, mereka termasuk idamkan dihormati seperti kalian menghormati dosen yang usianya terpaut jauh darinya. Jadi, pastikan kamu senantiasa berbicara bersama hormat kepadanya. Tetap profesional dan perlakukan ia sebagai dosen yang memang lebih tua darimu dan patut mendapat hormat termasuk dari mahasiswanya.

3. Muda tetapi Membosankan

Karakter dosen yang seperti ini berbanding terbalik bersama dosen muda yang dapat akrab bersama mahasiswanya. Hanya saja dosen muda yang bikin jadi bosan ini terkesan kaku dan tidak komunikatif bersama mahasiswanya. Padahal type dosen ini nggak sangat buruk kok, Bela. Saat kamu harus berhadapan dengannya, pastikan kamu jangan sangat tunjukkan jika kamu sedang mengupayakan untuk coba akrab dengannya. Cobalah terima fakta jika memang begitulah gayanya berkomunikasi dan mengajar di kelas.

4. Berintelektualitas Tinggi

Dosen yang seperti ini umumnya dapat memberikan penjelasan yang sangat tertentu bersama harapan pelajarnya dapat menyerap semua konten atau materi yang ia jelaskan. Bahkan dikarenakan sangat detil, terkadang mereka menyebutkan perihal yang memang nggak kamu butuhkan. Tapi jika suatu pas kamu harus bimbingan dengannya, dan penjelasannya yang sangat detil justru membingungkanmu, kamu dapat melacak seniormu di fakultas yang mirip dan serin gberhadapan bersama dosen yang sama. Kamu dapat menanyakan kepada seniormu mengenai makalah yang sedang kamu membuat dan menanyakan bagaimana rangkaian asumsi dosenmu yang berintelektualitas tinggi ini. Lewat seniormu, kamu menjadi dapat mengetahui apa yang dimaksud oleh dosenmu.

5. Pembenci

Dosen yang hobi cari kekeliruan mahasiswanya ini memang dosen yang paling kerap dihindari. Biasanya jika dia udah kesal bersama seorang pelajar, nilainya dapat terancam buruk. Atau meski ia dapat adil memberikan nilai cocok kemampuanmu, dapat saja ia senantiasa sinis denganmu. Kalau kamu hadapi dosen seperti ini, siap-siap terima tanggapan yang menyakitkan ya, lantas tangani ini bersama baik-baik jangan hingga kamu terpancing emosi dan laksanakan perihal yang tidak menyenangkan kepadanya. Namun jika dia justru sangat merugikan nilai akademikmu, waktunya laporkan ke dosen wali atau dekanmu. Supaya tersedia mediasi, Bela.

RSS
Follow by Email