cara mengolah sampah rumah tangga

Tips Mengelola Sampah Rumah Tangga Yang Tepat

Di Indonesia, salah satu penghasil sampah terbesar adalah rumah tangga, dengan rata-rata orang menghasilkan 800 gram sampah per hari. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah yang menumpuk pada akhirnya akan meningkatkan pencemaran tanah dan laut. Anda dapat terlibat dalam pengelolaan sampah dengan menerapkan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.Cara mengolah sampah rumah tangga,tentu ada caranya.

Bagaimana caranya? Simak kiat-kiat dalam pengolahan sampah rumah tangga berikut ini.

Kegiatan memilah sampah rumah tangga bisa lebih mudah jika di dalam rumah terdapat beberapa tempat sampah untuk setiap jenis sampah. Sebagian sampah bisa Anda kerjakan sendiri, sebagian lagi harus diolah oleh petugas tempat tinggal Anda.

Memilah sampah berdasarkan jenisnya

cara mengolah sampah rumah tangga

Saat mengelola sampah rumah tangga, Anda hanya perlu memisahkannya. Secara umum, ada dua jenis sampah: organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah anorganik dapat dibagi menjadi beberapa kategori.

Selain menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap lingkungan dan mengetahui jumlah sampah sekarang, rumah Anda akan terlihat rapi dan berbeda jika Anda menyediakan beberapa tempat sampah untuk berbagai jenis sampah yang nantinya dapat didaur ulang menggunakan metode pengolahan sampah rumah tangga.Sampah basah dan sampah kering merupakan contoh sampah yang dapat diolah kembali.

  • Sampah basah adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan yang dikonsumsi. Sebaiknya sampah ini dipisahkan dari sampah kering yang nantinya bisa didaur ulang tanpa terlihat kotor atau bau.
  • Sampah kering adalah sampah yang tergolong lebih sulit terurai oleh mikroorganisme pengurai. Seperti botol minuman bekas, kardus, plastik dan lain sebagainya. Sampah jenis ini lebih mudah didaur ulang dibandingkan sampah basah.

Cara mengolah sampah organik

Sampah organik berasal dari makanan yang dikonsumsi, seperti kulit sayur dan buah, kulit telur, tulang ikan, dan sebagainya. Cara paling ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik adalah dengan membuat kompos untuk taman,atau kebun anda, Bahkan jika Anda tidak suka berkebun,Untuk membuat kompos tentunya anda harus mencacah sampah tersebut,untuk menacacah anda dapat menggunakan mesin pencacah kompos 

Anda masih bisa menyumbangkan kompos untuk tangga dekat, kerabat yang memiliki kebun, atau organisasi yang melakukan perkebunan yang nantinya menjadikan sampah ini lebih bermanfaat.

Cara mengelola sampah anorganik

Sampah yang bukan berasal dari bahan makanan dan tidak dapat dikomposkan dapat dibagi lagi menjadi beberapa kategori. Pemanfaatan sampah akan bermanfaat bagi lingkungan, misalnya mengurangi jumlah tumpukan sampah. Berikut cara mengatur sampah berdasarkan jenisnya.

1. Daur ulang sampah

Beberapa sampah anorganik dapat didaur ulang untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. Bahan yang dapat didaur ulang adalah kertas, karton, botol kaca, botol plastik, kaleng, dan lainnya. Jika Anda tidak yakin apakah suatu paket dapat didaur ulang atau tidak, pastikan ada simbol daur ulang di satu sisi.

Selain itu anda dapat memberikan kepada pemulung beberapa kali sebulan agar tidak menumpuk di rumah. Daur ulang sampah rumah tangga yang dilakukan akan sangat bermanfaat bagi kesejahteraan lingkungan. Selain mengurangi tumpukan sampah, Anda juga dapat membantu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik.

Sampah rumah tangga

Sampah memang sudah menjadi masalah yang dihadapi oleh seluruh umat manusia di semua negara, khususnya di Indonesia. Sampah adalah tanggung jawab kita, karena sampah adalah sisa-sisa kegiatan kita sehari-hari. Ada berbagai cara pengolahan sampah rumah tangga yang dapat dibedakan berdasarkan jenis sampah rumah tangganya,

Mulai dari cara pengolahan sampah organik,untuk sampah organi sendiri anda dapat mencacahnya untuk dijadikan kompos,untuk mencacah anda bisa menggunakan,mesin pencacah kompos hingga anorganik. Dengan mendaur ulang sampah menggunakan metode pengelolaan sampah yang tepat, kita membantu mengurangi beban lingkungan

RSS
Follow by Email