Cara Perawatan Jagung dari Tanam sampai Panen

Cara Perawatan Jagung dari Tanam sampai Panen

Cara Perawatan Jagung dari Tanam sampai Panen-Budidaya jagung menjadi sebagai kegiatan yang menyenangkan. Namun, perlu diketahui,  jagung artinya tumbuhan isu terkini panas yang sebaiknya ditanam selesainya suhu tanah mencapai 16 derajat celsius. Sebab, jagung yang ditanam pada tanah yang dingin serta basah bisa tidak berkecambah. Suhu udara terbaik buat menanam jagung artinya antara 16 sampai 35 derajat celcius. Selain itu, jagung pula hanya membutuhkan saat antara 60 hingga 100 hari buat mampu dipanen. Hal itu bergantung di varietas serta jumlah panas selama ekspresi dominan tanam.

Perawatan tanaman jagung sangat krusial dilakukan buat mendapatkan pertumbuhan tumbuhan yang optimal. Perawatan serta pemeliharaan ini mulai dilakukan, semenjak tanaman jagung masih dalam fase bibit hingga mencapai dewasa.

Cara Menanam Jagung   

Pilihlah Bibit Jagung yang Berkualitas Unggul

Hal yang paling krusial sebelum memulai menanam jagung merupakan menentukan bibitnya. Kamu harus pastikan bibit jagung yang kamu pilih mempunyai kualitas unggul atau merek terkenal yg bisa didapatkan pada kios pertanian. Namun demikian, jika engkau memilih bibit asal tumbuhan jagung, maka bibit itu diambil berasal batang jagung yang memang berkualitas, besar, sehat dan bebas asal hama dan  penyakit.

Siapkan Tanah yang Gembur menjadi Media Tanam

Langkah kedua, siapkan tanah yang gembur buat memulai menanam jagung. Ingat, pasikan tanah sudah bersih dari sisa tanaman lama maupun rerumputan. Engkau mampu mencangkul tanah dengan kedalaman 25 cm sampai 30 centimeter.

Lalu, tanah tersebut diratakan atau dihaluskan balik dengan garu. Selanjutnya, buatlah parit atau bedengan menggunakan baik sehingga tumbuhan jagung mendapatkan air yang relatif ketika hujan. Namun, engkau tak perlu melakukan pembedengan apabila melakukan penanaman saat animo kering.

Cara Menanam Bibit Jagung   

Pertama-tama,buatlah lubang sedalam 5 centimeter dan  berikan jeda kurang lebih 25 centimeter, barulah taburkan benih jagung. Di setiap lubang bisa dimasukkan 2-tiga biji jagung. Bila jenis jagung besar yg ditanam dan  tidak diselingi tanaman lain, maka berikan jeda kurang lebih 90 x 60 centimeter.

Tapi, apabila jenis jagungnya kecil serta kamu tidak menanam tumbuhan lain pada sekitarnya, maka gunakan jarak tanam sekitar 80 x 40 cm. Ingat, benih jagung yang sudah dimasukkan lubang wajib ditimbun tipis-tipis dengan bokashi, lalu lakukan pengairan jika memasuki isu terkini kemarau.

Apabila jagung digunakan menjadi tanaman penyelang mirip ditanam diantara tanaman lain, misalnya kacang, sayur-mayur serta cabai, maka usahakan jarak tanam antara batang jagung kurang lebih 200 x 80 cm. Selain itu, akan lebih baik apabila tanaman dibuat agak jarang, sebagai akibatnya tak merusak tanaman lain untuk memperoleh sinar mentari .

Saat Penyiraman Jagung yang tepat 

Supaya jagung tetap terawat, engkau harus rutin menyirami jagung sebanyak 2 sampai tiga kali seminggu atau saat 3 centimeter permukaan tanah mulai mengering. Kemudian siram jagung dengan air sekitar 5 cm dari permukaan tanah setiap minggu. Namun demikian, hindarilah menyirami di atas tunas. Karena, hal ini mampu menyebabkan dilema jamur. Siramlah tumbuhan pada dekat bagian atas tanah sebagai akibatnya daun-daun tetap kering.

 Berikan Pupuk Tambahan

Langkah pertama, berikan 120 gr pupuk di setiap 1,lima meter persegi bedengan saat btg jagung tumbuh memiliki 8 daun. Kemudian, taburkan pupuk di lebih kurang tumbuhan dan  sirami bedengan agar meresap ke pada tanah.

Buat membentuk jagung yang berkualitas baik, diperlukan perawatan serta pemeliharaan tumbuhan selesainya bibit ditanam. Berikut adalah beberapa tahapan yg tidak boleh terlewat waktu melakukan perawatan dan  pemeliharaan tumbuhan jagung.

Pengairan

Pengairan yang dilakukan setelah melakukan pembibitan adalah hal penting yang wajib  dilakukan agar tumbuhan jagung mendapatkan air yang cukup. Umumnya, pengairan dilakukan dengan cara penggenangan.

Penjarangan    

Penjarangan tanaman ialah proses pengambilan tanaman yang tidak dikehendaki dan  dilakukan di jumlah tanaman yang berlebih atau tidak sesuai dalam satu lubang tanam. Penjarangan dilakukan menggunakan cara mematahkan tanaman yang tidak dikehendaki tanpa harus melakukannya menggunakan pencabutan karena bisa merusak akar tanaman yang lainnya.

Penyulaman

Selanjutnya dilakukan pengecekan kurang lebih satu minggu selesainya bibit ditanam. Hal ini dimaksudkan buat melihat apakah bibit yang ditanam tumbuh dalam keadaan normal atau tak. Bila di ketika pengecekan ditemukan bibit jagung yang tidak tumbuh atau mengalami kerusakan maka perlu dilakukan penanaman ulang (penyulaman). Penyulaman harus dilakukan secepatnya sehabis penjarangan agar perbedaan antartanaman tidak ketara

Penyiangan

Hal penting yang harus dilakukan ketika tumbuhan jagung telah tumbuh yaitu melakukan penyiangan. Penyiangan adalah proses pembersihan tumbuhan asal gulma, hama, maupun parasit yg dapat menghambat pertumbuhan jagung yg ditanam. Penyiangan pertama mampu dilakukan waktu tumbuhan sudah berumur empat minggu sehabis masa tanam. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pembumbunan serta sebaiknya dilakukan 2 minggu sekali.

Pengendalian Hama Serta Penyakit  

Salah satu karena kegagalan panen artinya serangan hama dan  penyakit. Oleh karenanya perlu dilakukan antisipasi serangan menggunakan pencegahan yang lebih baik daripada pengobatan. Bila serangan sudah terjadi, sebaiknya lakukan pengendalian sesuai dengan jenis hama yang menyerang.

Setelah panen tentu akan lebih praktis jika jagung sudah dipipil, maka dari itu kami sarankan menggunakan mesin pemipil jagung. Dengan menggunakan mesin itu akan membantu dan mempercepat pemipilan jagung anda.

RSS
Follow by Email