Contoh Hijauan Legum Sebagai Sumber Protein Pakan Ternak

  1. Indigofera

Tanaman ini digunakan untuk makanan ternak yang kaya akan nitrogen, fosfor serta kalsium. Dari hasil pengujian nutrisi Indigofera di Balai Pengujian Mutu serta Sertifikasi Pakan (BPMSP) Bekasi tahun 2015 adalah sebagai berikut: kadar air 72,65%, abu 15,23%, protein kasar 29,16%, lemak kasar 1,25%, serat kasar 21,60%, Ca 0,48% dan P 0,36%.

Dengan kandungan protein yang lumayan tinggi serta palabilitas yang bagus membuat tanaman ini banyak disukai oleh para peternak. Indigofera biasanya dikembangkan dengan generatif melalui biji. Uji coba palatabilitas serta pemanfaatan hijauan segar Indigofera zollingeriana pada kambing kacang menunjukkan peningkatan efisiensi pakan serta berat badan sampai 45%.

  1. Alfalfa

Sebagai makanan hewan ternak, alfalfa mempunyai kualitas yang sangat bagus. Selain sebab nilai nutrisi serta produksinya yang menguntungkan, tanaman ini juga dibilang mempunyai rasa yang enak sehingga banyak diproduksi. Dibandingkan dengan tanaman makanan lainnya, alfalfa mempunyai kandungan protein serta kalsium yang tinggi, namun energi termetabolisme serta kadar fosfor di dalamnya terbilang rendah.

Alfalfa juga termasuk berserat rendah sehingga gampang mencapai rumen (perut besar) serta gampang dicerna oleh hewan ternak. Hasil pengujian Lab BPMSP Bekasi Tahun 2015 menunjukkan: kadar air 90,69%, abu 14,75%, protein kasar 32,63%, lemak kasar 3,08%, serat kasar 29,24%, Ca 1,14% serta P 0,92%. Alfalfa selain bisa dikembangkan dengan biji bisa pula dengan memanfaatkan pols atau sobekan rumpun.

  1. Styloshanthes

Styloshanthes guianensis adalah salah satu tanaman pakan yang sangat digemari oleh hewan ternak, kaya akan protein serta mineral. Kandungan nutrisi hasil uji lab BPMSP Bekasi Tahun 2015: kadar air 76,63%, abu 10,98%, protein kasar 19,87%, lemak kasar 1,51%, serat kasar 32,27%, Ca 1,82% serta P 0,19%.

Stylo ini sangat digemari ternak ruminansia misalnya kambing, domba ataupun sapi serta kerbau, bahkan bisa dimanfaatkan juga untuk  feed suplement untuk ternak ayam, babi serta ikan. Tanaman ini bisa diberikan dalam keadaan segar atau kering yang diproses dalam bentuk tepung daun. Salah satu keunggulan dari legum ini yaitu daun serta batang lembut ataupun usia tanaman sudah lumayan tua sebab panen atau pemotongan yang terlambat, sehingga pemberiannya kepada ternak masih baik dilakukan sebab tidak berpengaruh terhadap palatabilitas ternak.

Baca juga: Contoh Hijauan Pakan Ternak Yang Bernutrisi Tinggi.

  1. Gamal

Gamal adalah tanaman yang sudah tidak asing di telinga masyarakat. Orang sunda menyebutnya “cebreng” sebab saking gampangnya tumbuh di berbagai macam kondisi. Cara penanaman gamal ini dapat dilakukan dengan metode biji atau stek. Batang tanaman gamal dipangkas serta dibenamkan ke tanah, proses kemudian gamal akan membentuk akar baru serta tumbuh menjadi tanaman baru. Kandungan nutrisi gamal hasil uji lab BPMSP Bekasi: kadar air 7 7 , 7 2 % , a b u 12,75%, protein kasar 26,29%, lemak kasar 1,94%, serat kasar 30,83%, Ca 2,00% dan P 0,35%.

  1. Desmodium

Budidaya tanaman Desmodium rensonii bisa dilakukan secara vegetatif serta generatif . Interval pemanen an bisa dilakukan setiap 1 bulan sekali, intensitas pemotongan minimal 1 m, dengan rataan produksi berat kering sebesar 139,9 g per tanaman. Sebagai leguminosa, daun tanaman tersebut kaya akan nitrogen, sehingga sangat bagus untuk hijauan pakan kambing, sapi, domba, kelinci serta babi. Kandungan nutrisi Desmodium: kadar air 83,63%, abu 10,41%, protein kasar 23,16%, lemak kasar 0,88%, serat kasar 38,49%, Ca 1,9% dan P 0,39%. Desmodium rensonii juga sering digunakan sebagai tanaman konservasi untuk mengendalikan erosi sekaligus penghasil pupuk hijau.

  1. Lamtoro gung

Lamtoro gung ini sering dikenal oleh masyarakat untuk petai cina atau peuteuy selong sebutan orang sunda . Lamtoro ini yaitu jenis leguminosa yang sudah lumayan lama dimanfaatkan oleh masyarakat untuk area penghijauan atau sebagai pencegah erosi, termasuk sebagai sumber makanan untuk ternak. Kandungan nutrisi untuk keperluan ternak dari Lamtoro ini sangat bagus, dengan kadar protein yang tinggi, Lamtoro ini dapat menjadi alternatif sumber protein dari hijauan. Hasil pengujian nutrisi di BPMSP Bekasi Tahun 2015, menunjukkan : kadar air 76,63%, abu 8,31%, protein kasar 36,37%, lemak kasar 0,66%, serat kasar 21,00%, Ca 0,99% serta P 0,35%.

Jika ingin memberikan tanaman – tanaman legum tersebut lebih baik dicacah terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah rumput.

RSS
Follow by Email