alat defibrillator

Pentingnya Defibrillator Sebagai Alat Pacu Jantung

Pernahkah anda mendengar istilah Defibrillator atau Defibrilasi ? Memang kita hampir tidak pernah mendengar istilah tersebut dalam keseharian kita. Defibrilasi adalah sebuah bahasa medis, yakni sebuah tindakan yang dilakukan untuk menolong korban gangguan jantung mendadak atau sering disebut dengan Fibrilasi Ventrikel. Untuk tahu lebih lanjut tentang Defibrilasi dan defibrillator, bisa baca sejenak artikel ini.

Jadi Fibrilasi Ventrikel adalah sebuah kondisi dimana kelistrikan jantung mengalami gangguan. Akibatnya jantung tidak dapat bekerja memompa darah dengan normal. Jantung hanya bergetar dengan cepat, hal ini sering disebut dengan takikardia. Kondisi seperti ini harus cepat mendapatkan penanganan, karena dapat mangakibatkan kefatalan apabila terlambat.

Ada dua cara penanganan Fibrilasi Ventrikel pertama dilakukan CPR (Cardiopulmonary Resucitator) yakni memberikan kompresi ke dada pasien untuk membuat aliran darah dari jantung tetap mengalir ke seluruh tubuh hingga ke otak. Kemudian, dalam waktu cepat harus mendapatkan pertolongan defibrilasi. Yaitu kejutan listrik dalam kapasitas tertentu untuk membuat jantung terkejut sehingga dapat memulai detaknya secara normal kembali.

Alat yang digunakan dalam proses defibrilasi disebut dengan Defibrillator. Yaitu sebuah alat kesehatan elektromedik yang dapat membrikan stimulus energi listrik dalam jumlah tertentu. Alat ini dilengkapi dengan bantalan elektroda sebagai intervace antara alat dan manusia. Bantalan tersebut ditempelkan ke dada pasien. Satu buah di bagian kanan atas dan satunya lagi di bagian kiri bawah.

Besarnya energi yang dikeluarkan tergantung dari analisa irama jantung pasien. Selain itu juga berdasarkan besarnya impedansi pasien, apabila impedansi pasien besar, dan energi yang dikeluarkan kecil, maka keberhasilan defibrilasi juga kecil. Hal ini karena jantung tidak terpengaruh terhadap listrik yang diberikan. Namun demikian, apabila energi yang diberikan terlalu besar dan impedansi pasien kecil dapat menyebabkan kerusakan pada jantung.

Itu sebabnya pemebrian energi ini harus tepat dan dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman. Namun demikian, orang awam juga tetap bisa menggunakan alat ini, namun untuk jenis defibrillator otomatis yang disebut AED (Automatic External Defibrillator). Alat ini dibekali dengan protokol suara yang dapat memandu penggunanya langkah – langkah penggunaan dan dapat menganalisa irama jantung serta impedansi dengan otomatis. Jadi kita hanya tinggal memasang elektroda dengan benar kemudian melakukan instruksi dari alat tersebut.

Meskipun alat ini mudah didapatkan di toko atau distributor alat kesehatan, namun di indonesia ketersediaan alat AED di tempat – tempat umum minim sekali. Apabila kita melihat di negara eropa, hampir kita dapati alat defibrillator otomatis terpajang di tempat – tempat umum yang sering dikunjungi orang banyak.

RSS
Follow by Email