FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM BIDANG ARSITEKTUR LANSKAP

Faktor-elemen yang berdampak dalam arsitektur lanskap terdiri atas dua komponen, ialah elemen internal (manusia) dengan elemen eksternal (lingkungan).
1. Faktor internal (manusia).
– Perencanaan dan perancangan yang baik ialah hasil dari suatu cara kerja yang mengamati sifat manusia dan alam.
– Seorang arsitek lanskap dalam mendesain dituntut untuk mengamati keperluan-keperluan manusia dengan persepsi lingkungan dengan kemauan menciptakan lingkungan yang lebih memuaskan.
– Dalam mendesain, dituntut dan diperlukan perpaduan antara imajinasi dan pertimbangan logika sehat dari arsitek lanskap.
– Arsitek lanskap membikin asumsi-asumsi seputar keperluan manusia, membikin
– perkiraan kesibukan atau perkiraan bagaimana manusia bertindak, bagaimana manusia bergerak dalam lingkungannya.
– Pertimbangan tak hanya melayani keperluan pemakai secara fungsional, rasional, ekonomis, dan pas dipertanggungjawabkan, tapi lingkungan juga patut dapat mengakomodasi keperluan pengguna akan ekspresi emosionalnya termasuk bersosialisasi dengan sesamanya.

Model penggunaan/aplikasi elemen internal arsitektur lanskap:

– Penandaan lingkungan yang dikerjakan arsitek lanskap melalui karyanya dapat diinterpretasikan berbeda dengan penggunanya.
– Wujud-wujud armatur lampu yang diduga pengguna sebagai daerah sampah yang mengakibatkan sampah berserakan di dalam armatur ataupun di sekitar lampu.
– Tempat sampah didesain berbentuk cerobong kapal diduga pengguna sebagai arsitek atau pengguna.

Dalam perancangan, ada tiga kategori yang menyangkut seputar elemen-elemen internal atau manusia seputar arsitektur lanskap antara lain: Faktor jasmani, elemen fisiologis dan elemen psikis.

a. Faktor jasmani.
Berkenaan dengan kekerabatan antara wujud dan ukuran jasmani seseorang dengan lingkungannya. pada pengukuran dan sikap tubuh, gerakan dan pertumbuhan rata-rata tubuh dapat menciptakan ketetapan dari berbagai komponen bangunan dan rancangan pertanaman. Semisal, sebuah pintu patut diciptakan cukup tinggi supaya memungkinkan orang-orang melalui tanpa membungkuk. Model yang lain seperti pada kursi taman patut berada pada ketinggian dan wujud sandaran yang pas supaya terasa nyaman.Baca juga tentang Perusahaan Taman Lanskap topseo.

Pertimbangan elemen jasmani manusia digunakan untuk memutuskan spesifikasi dimensi jasmani daerah kesibukan ataupun fasilitas yang diperlukan. Prinsipnya ialah menyamankan kesibukan manusia dan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Faktor jasmani pada arsitektur lanskap berhubungan atau berhubungan erat dengan antropometri manusia, dimana antropometri manusia ialah suatu perbedaan karakteristik kategori pemakai akan memutuskan ukuran-ukuran yang digunakan pada cara kerja desain. Semisal, keperluan ruang untuk anak umur 2 tahun benar-benar berbeda dengan orang dewasa.

b. Faktor fisiologis.
Keperluan-keperluan fisiologis manusia timbul dari kekerabatan timbal balik antara kondisi biologis seseorang dengan lingkungan sekitarnya. Keperluan-keperluan tersebut antara lain makanan, udara, air, gerak badan, perlindungan dari kondisi yang tak menguntungkan. Lihat juga mengenai Jasa Pembuatan Taman Arsitektur Lanskap.

Keperluan-keperluan fisiologis manusia dipenuhi melalui penyediaan makanan yang bergizi, penyediaan udara yang kaya akan oksigen ataupun air bersih serta mengusahakan gerak badan dengan udara segar dan cahaya matahari. Suatu lingkungan yang buruk dapat menyebabkan suatu ketakutan dan ketegangan emosi yang berbahaya bagi seseorang. Dibutuhkan suatu tingkat keselamatan jasmani atau keamanan tertentu di dalam lingkungan. Semisal, pagar-pagar dipasang di sekeliling kolam renang, pegangan-pegangan disepanjang jalur tangga dan jembatan, atau trotoar dan peraturan lalu lintas pada jalur jalan raya.

c. Faktor psikis.
Keperluan-keperluan psikis berhubungan dengan latar belakang adat istiadat, pengalaman dan keperluan dasar manusia (sandang, pangan dan papan). Dalam memahami perilaku pada manusia, diperlukan informasi akan keperluan dasar dan penggagasnya. Menurut Maslow (1954), ada sebagian jenis keperluan psikis sekalian sebagai hierarki keperluan psikis dari yang terkuat hingga terlemah dapat diurutkan antara lain:

– Physiological needs (keperluan fisiologi). Keperluan fisiologi ini untuk mencukupi keperluan akan lapar dan dahaga.
– Safety needs (keperluan keamanan). Perlindungan dari bahaya jasmani dan kesempatan mengurangi tekanan jasmani dari pihak lain, dalam rangka untuk menyusun privasi dan untuk kepentingan orientasi di lingkungan perkotaan.
– Affiliation needs (keperluan afiliasi atau sosialisasi). Meliputi keperluan untuk bergabung dalam suatu kategori. Di perkotaan, afiliasi tak secara teritorial lagi tapi menurut kegemaran (hobi).
– Esteem needs (keperluan kebanggaan). Kepuasan mendapatkan penghargaan, berhubungan dengan kecakapan mempersonalisasikan terhadap lingkungannya.
– Actualization needs (keperluan aktualisasi). Keperluan untuk menonjolkan diri, layak dengan kapasitas orang. Terkait dengan upaya untuk memegang dan memegang lingkungannya.
– Cognitive/aesthetic needs (keperluan kognitif atau keindahan). Keperluan akan keindahan dan menambah pengetahuan ataupun pelajaran.

2. Faktor eksternal (lingkungan).
Lingkungan ialah suatu ekosistem rumit yang berada di luar individu dan memberi pengaruh pertumbuhan serta perkembangan daerah atau wilayah. Lingkungan yang hidup terdiri atas tiga jenis, ialah lingkungan alamiah, lingkungan buatan dengan lingkungan sosial.
a. Lingkungan alamiah, terdiri dari:

-Lingkungan biotik (makhluk hidup), berupa vegetasi/ persebaran tumbuh-tumbuhan dan tanaman, satwa/ binatang dan manusia. Vegetasi dan satwa (flora dan fauna) ialah elemen penting dalam lanskap, terlebih pada lanskap alami.

-Lingkungan abiotik (benda mati), berupa iklim, geologis dan tanah, topografi dan kemiringan lahan, hidrografis dan hidrologis ataupun drainase. Iklim ialah hasil dan sejumlah elemen-elemen utama tapi yang saling memberi pengaruh, meliputi curah hujan, temperatur udara, kelembaban, radiasi matahari, uap air dan angin. Pengetahuan informasi dan data mengenai kondisi geologis dan tanah benar-benar penting dikenal sebab keduanya mendorong kelangsungan kesibukan kehidupan serta tatanan yang direncanakan pada suatu tapak. Topografi dan kemiringan lahan ialah bentukan dasar permukaan lahan atau struktur topografis suatu tapak kecuali ialah penentu luasan areal untuk suatu kepentingan atau suatu kesibukan yang akan direncanakan atau dikembangkan, juga ialah sumber tenaga visual dan keindahan yang benar-benar memberi pengaruh lokasi, berbagai tata guna lahan serta berbagai fungsi, interpretasi, dan lain-lain. Hidrografis dan hidrologis ialah ketersediaan (dalam jumlah, mutu, dan distribusi) dan kelestarian air dan komponen-komponen air tak hanya ialah salah satu elemen yang penting. Padahal cara drainase diciptakan untuk mengumpulkan dan menyalurkan air hujan dan air bawah permukaan tanah.

b. Lingkungan buatan, ialah seluruh bangunan dan benda buatan lainnya di dalam tapak lanskap.
c. Lingkungan sosial, dimana terdapat lingkungan yang didiami atau dihuni oleh manusia yang memiliki skor-skor sosial dalam meningkatkan kesejahteraan, adat istiadat, sopan santun, sopan santun dan kepedulian terhadap sesama manusia pada suatu perancangan sebuah bangunan di dalam tapak lanskap.