Jenis Rumput untuk Makanan Kambing

Jenis Rumput untuk Makanan Kambing – Kambing merupakan ruminansia yang dapat mengubah makanan berserat tinggi menjadi sumber energi utama. Selain itu, ia juga dapat mengubah senyawa nitrogen non-protein menjadi protein yang berharga. Pakan sendiri merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu peternakan kambing. Nutrisi merupakan faktor terpenting yang menentukan produktivitas kambing.

memberi makan kambing, Rumput merupakan pakan dasar yang harus ada dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan jenis pakan lainnya. Namun kambing dapat diberikan feed additive jika kebutuhan nutrisi dasar tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi kambing.

Residu pertanian dan industri mungkin merupakan pilihan terbaik untuk hewan dengan sistem pencernaan yang kompleks, seperti kambing B., dibandingkan dengan hijauan non ruminansia. Untuk memenuhi kebutuhan protein kambing, Anda dapat melengkapi ternak dengan pakan konsentrat dan pakan tambahan yang kaya akan mineral, protein, dan vitamin untuk sementara waktu.

Menambah berat badan dengan cepat, Pakan konsentrat atau pakan kaya nutrisi tentunya memiliki biaya operasional yang relatif tinggi. Namun nutrisi berupa nutrisi tambahan atau konsentrat mendukung pertumbuhan dan perkembangan kambing. fokus, Kambing juga bisa menambah berat badan lebih cepat. Perlu diperhatikan bahwa input tambahan harus digunakan seefisien mungkin agar output yang diperoleh juga dapat menutup biaya input.

Jenis Rumput untuk Makanan Kambing

Jenis Rumput untuk Makanan Kambing

Rumput adalah pakan dasar yang bisa Anda berikan pada kambing. Rumput bisa anda dapatkan dengan cara merumput kambing di alam liar atau dengan memberi rumput di kandang kambing. berikut adalah jenis pakan kambing ternak:

1. rumput gajah

Rumput gajah banyak dijumpai di persawahan. Tingginya bisa mencapai 5 meter, berbatang tebal dan keras, daunnya panjang dan bisa berbunga seperti es krim. Ada beberapa jenis rumput gajah, antara lain varietas Afrika yang dicirikan oleh batang dan daun kecil yang tumbuh tegak, berbunga, dan berproduksi lebih sedikit dibandingkan varietas rumput Hawaii. Ada juga varietas Hawaii yang bercirikan batang dan daun lebar, tandan sedikit menyebar, produksi dan berbunga relatif tinggi. Panen pertama rumput gajah dapat dilakukan pada umur 90 hari setelah tanam. Panen berikutnya terjadi setiap 40 hari pada musim hujan dan setiap 60 hari pada musim kemarau.

2. Kingsweed atau Kingsweed

Royal Grass memiliki ciri tumbuh berkelompok vertikal, tingginya bisa mencapai sekitar 4 meter. Batangnya tebal dan keras, daunnya lebar agak tegak dan helaian daunnya berbulu cukup panjang di dekat liguna. Permukaan daunnya lebar dan mekar hanya jika ditanam di tempat yang sejuk. Rumput perbatasan dapat tumbuh di daerah subur dari dataran rendah hingga dataran tinggi dengan curah hujan tahunan lebih dari 1000 mm.

3. daun singkong

Daun singkong mengandung cukup banyak protein, sekitar 16,7-39,9 persen bahan kering dan hampir 85 persen fraksi protein kasarnya adalah protein murni. Kandungan pati paling tinggi terdapat pada kulit dan singkong, sehingga bagian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Selain sebagai sumber protein, daun singkong juga dapat berperan sebagai obat cacing. Hal ini disebabkan adanya tanin yang dapat meningkatkan daya tahan saluran pencernaan sapi terhadap mikroorganisme. Namun, Anda harus berhati-hati dengan daun singkong karena makanan ini mengandung sianida. Racunnya bisa hilang setelah satu malam setelah dijemur di bawah sinar matahari.

4. rumput Taiwan

Rumput Taiwan cukup tinggi, sekitar 4-5 meter. Tumbuhan ini memiliki batang yang lunak, daun yang lebar dan bulu yang halus, mengandung nutrisi yang baik, dan tubuh basal tanaman berwarna kemerahan.

Daun kunyit kaya akan protein kasar, kandungannya bisa mencapai 27,3 persen. Tanaman turi juga bisa tumbuh subur di cuaca kering. Daun kunyit sangat baik diberikan pada saat ternak membutuhkan nutrisi lebih dari biasanya, terutama pada akhir kebuntingan, awal laktasi dan pubertas.

RSS
Follow by Email