Kerajinan dari Sabut Kelapa

Kerajinan dari Sabut Kelapa – Seperti yang anda ketahui, sabut kelapa ini merupakan limbah dari buah kelapa yang biasanya dibuang begitu saja karena tidak terpakai. Namun, sabut koko ini tidak mubazir bila berada di tangan orang-orang kreatif karena beberapa kerajinan sabut koko ini bisa dibuat menjadi barang yang sangat estetis dan fungsional.

Kerajinan dari Sabut Kelapa

Kerajinan dari Sabut Kelapa

 

Berikut di bawah ini kami rangkum macam macam Kerajinan dari Sabut Kelapa:

1. Tali rami sabut kelapa

Kerajinan sabut pertama adalah tali rami. Kerajinan kelapa yang satu ini juga menjadi salah satu kerajinan yang banyak diminati karena sedang tren. Tren kerajinan vintage memiliki keindahan tersendiri karena dapat memberikan tampilan yang natural. Karena itu, banyak orang membuat kerajinan vintage untuk dijual atau untuk digunakan sendiri.

baca juga: Manfaat Sabut Kelapa Kerajinan dan keterampilan

Nah, salah satu alat yang bisa kamu gunakan untuk membuat kerajinan vintage adalah tali rami ini. Anda dapat menggunakan tali rami untuk mengikat kado, menggantung gambar, aksesori, proyek DIY, dan materi kreatif lainnya

2. Tikar Kelapa

Kerajinan paduan suara selanjutnya yang juga dibutuhkan adalah matras paduan suara. Bahkan pembeli ulat kelapa banyak yang berasal dari Jakarta.

Pasalnya, baru-baru ini beredar pesan viral tentang ular atau bayi ular yang keluar dari sarangnya. Hal ini membuat sebagian warga kota resah dengan pesan viral tersebut. Tapi apa hubungannya ular dengan tikar kelapa?

Ternyata, alas kelapa seharusnya bisa membuat ular tidak masuk ke dalam rumah, karena ular takut dengan kelapa. Hingga saat ini, beberapa pengrajin keset sabut kelapa mengalami peningkatan penjualan. Tikar sabut juga tersedia dalam berbagai desain dan ukuran. Padahal, semakin besar matrasnya, semakin tinggi tingkat kesulitannya dan tentu saja semakin mahal harganya.

Untuk menciptakan kesan estetik, beberapa hotel dan restoran menggunakan keset kelapa sebagai pengganti keset karet. Cacing kelapa juga dianggap lebih awet dan tahan lama.

3. Serabut Kelapa

Masih bertahan hingga era milenial, pohon kelapa memiliki nuansa jadul namun sangat fungsional. Ya, sapu kelapa masih kalah bersaing dengan sapu modern saat ini.

Kebanyakan orang mungkin masih menggunakan sapu koris dengan alasan bahwa kotoran yang berdebu lebih mudah dibersihkan, lebih murah, lebih awet dan lebih ramah lingkungan.

Itu karena kebanyakan sapu modern saat ini terbuat dari plastik sintetis yang tidak tahan lama. Kuas plastik tidak hanya lebih mahal, tetapi juga tidak ramah lingkungan.

Sementara harga sapu kelapa mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 30.000. Apalagi jika Anda membelinya langsung dari toko kerajinan, kemungkinan besar Anda akan mendapatkan harga yang lebih murah ketimbang pergi ke kios atau toko. dan jika anda membutuhkan produk mesin pengurai sabut kunjungi web ini

4. Tanaman pot

Bagi Anda yang gemar bercocok tanam dan menyenangi tanaman, sepertinya Anda wajib memiliki salah satu kerajinan serat sabut kelapa ini. Ya, pot tanaman serabut kelapa. Selain pot, sabut kelapa juga bisa digunakan sebagai media tanam, jadi tidak perlu menambahkan tanah, atau bisa juga menggunakan jantung kelapa.

Tanaman yang biasanya menggunakan tanaman pot batok kelapa adalah anggrek. Selain itu, pot yang warna dan bahannya menyatu dengan alam membuatnya semakin indah, asri dan natural.

5. Hiasan cincin

Apakah Anda suka mendekorasi rumah, ulang tahun, atau pernikahan Anda dengan tema pedesaan dan vintage? Tampaknya cincin hias kelapa ini adalah suatu keharusan. Selain efek estetika, cincin hias juga bisa dilengkapi dengan dekorasi lainnya. Misalnya menambahkan bunga kering dan inisial dll.

Cincin trim juga dapat digunakan untuk pembungkus kado, pembungkus perhiasan pernikahan hingga panjang pintu depan. Juga harganya cukup murah dibandingkan dengan cincin hias yang terbuat dari akar rotan. Cincin sabut kelapa hias ini harganya mulai dari Rp 9.000 hingga puluhan ribu rupiah. Selain cantik, aneka kerajinan kelapa hias ini harganya relatif murah.  dan jangan lupa kunjungi rumah mesin

RSS
Follow by Email