membuat pupuk kompos cair

Membuat Pupuk Kompos Cair Serta Manfaatnya

Membuat Pupuk Kompos Cair- Cara membuat kompos cair untuk menyuburkan tanaman. Jenis kompos ada bermacam-macam, ada yang padat dan ada yang cair. Kompos cair memiliki banyak keunggulan, seperti kemampuannya untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta dapat meningkatkan hasil panen. Semua manfaat ini bergantung pada kualitas metode yang digunakan untuk menghasilkan kompos cair.

Pengertian Pupuk Kompos Cair

membuat pupuk kompos cair

Pupuk organik cair adalah jenis pupuk yang berbentuk cair dan proses produksinya dibuat dari bahan-bahan organik yang telah melalui proses pengomposan seperti: Howan dan kotoran manusia yang mengandung unsur hara lebih dari satu, sisa tanaman dan lain-lain.

Manfaat Kompos Cair

  • Kompos organik cair dapat meningkatkan produksi atau pembentukan klorofil daun sehingga dapat meningkatkan kapasitas fotosintesis tanaman dan menyerap nitrogen dari udara.
  • Dapat meningkatkan vigor tanaman, menjadikan tanaman kuat dan kuat,
  • Dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, merangsang pertumbuhan cabang produktif,
  • Dapat meningkatkan pembentukan bunga dan ovarium, mengurangi kerontokan bunga dan ovarium
  • Pupuk cair ini merupakan unsur hara yang dikandungnya sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman
  • Kandungan nutrisinya (makro+mikro) lebih lengkap tetapi jumlah/volumenya lebih sedikit
  • Hal ini memungkinkan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi lebih subur.
  • Tanaman dengan kompos cair tumbuh lebih kuat dan tahan terhadap penyakit tanaman.
  • Dapat memperbanyak mikroorganisme tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman
  • Karena bahan pembuatan pupuk organik ini berasal dari bahan organik, maka memiliki efek residu yang positif, sehingga tanaman Anda akan memiliki produktivitas yang baik di musim berikutnya.

Cara Pembuatan Kompos Cair

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kompos cair:

  • Limbah rumah tangga seperti nitrogen seperti sayuran kadaluarsa, sisa beras, sisa kelapa, buah busuk dan semua sampah organik rumah tangga lainnya.
  • Stik pisang buah.
  • Kotoran hewan ternak seperti sapi, kambing, ayam, kerbau dan kotoran hewan lainnya.
  • Air kencing binatang, air cucian beras, air cucian ikan, gula/gula merah, tetes tebu, dan kemudian lebih banyak air
  • Batok kelapa kupas, serbuk kayu gergajian
  • Bahan peledak seperti bahan peledak mikroba dll.

Alat yang dibutuhkan untuk membuat kompos cair:

  • keranjang
  • Pisau
  • tabung plastik
  • kayu untuk mengaduk

Proses produksi kompos cair:

  1. Pencucian Bahan Sebelum memulai, cara membuat kompos cair yang pertama adalah dengan mencuci bahan-bahan yang sudah kita kumpulkan.
  2. Menghitung dan mencampur bahan setelah membersihkan bahan. Langkah selanjutnya adalah memotong bahan yang sudah dicuci. Tujuannya agar proses fermentasi sempurna.Untuk memudahkan penguraian bahan kompos, Anda bisa menggunakan kalkulator kompos.
  3. Tahap selanjutnya, bioaktivator seperti EM4 dilarutkan sebagai mikroba dalam air secukupnya.
  4. Tambahkan juga pemanis alami gula merah, gula pasir atau air tebu. Kemudian biarkan selama minimal 20 menit untuk membangunkan mikroba.
  5. Kemudian tempatkan hewan peliharaan di dalam ember atau ember plastik.
  6. Tambahkan bahan yang sudah dipotong sebelumnya dan aduk, lalu ratakan dalam tong atau ember.
  7. Tambahkan semua padatan lainnya dan aduk rata. Kemudian tuangkan larutan bioaktivator yang telah disiapkan dan bila memungkinkan tambahkan terasi, karena hal ini berguna untuk mempercepat proses penguraian kompos cair.
  8. Masukkan urin hewan atau sapi, air cucian beras, air rendaman ikan dan bahan cair lainnya ke dalam ember bekas dan aduk hingga merata.
  9. Tambahkan air secukupnya, perbandingan air 35 persen cair dan 65 persen padat. Aduk perlahan dengan tongkat kayu.
  10. Setelah selesai. Tutup wadah plastik dengan rapat, lalu dorong tabung melalui penutup pagar yang berlubang. Rekatkan penahan tabung pada tutup wadah plastik sampai tidak ada celah udara. Geser ujung selang yang lain ke dalam botol yang sebelumnya diisi air.
  11. Pastikan tidak ada tusukan sedikit pun pada laras dan selang ke botol. Karena reaksinya anaerobik. Fungsi selang adalah untuk menstabilkan suhu campuran pupuk organik cair yang kita buat dengan cara disalurkan melalui kepala botol berisi air, tanpa membiarkan udara luar masuk ke dalam tong plastik.
  12. Biarkan selama 10 hari, lalu periksa apakah pupuk organik cair sudah matang. Tanda kompos cair jika sudah matang adalah bau pupuk cair menyerupai aroma pita yang difermentasi.

Langkah Pemisahan:

  1. Di akhir fermentasi, cairan harus disaring atau kotoran dipisahkan. Kain tipis dapat digunakan untuk menyaring, yang terpenting adalah memisahkan residu bahan dari cairan.
  2. Kemudian tuangkan cairan ke dalam alat dan tutup rapat agar kotoran tidak berubah, cairan di dalam pipa menjadi kompos cair.
  3. Pada saat yang sama, limbah dapat digunakan kembali untuk membuat kompos padat

Demikian penjelasan tentang cara membuat pupuk kompos cair. Jangan lupa gunakan mesin pencacah kompos terbaik hanya di pabrik terpercaya. Semoga bermanfaat.

RSS
Follow by Email