Pengertian Dan Cara Pemupukan Dengan Benar

Pemupukan

Pemupukan tanaman bertujuan untuk menyediakan unsur – unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan generatif, sehingga diperoleh hasil yang optimal.
• Untuk menentukan dosis pupuk yang tepat, sebaiknya dilaksanakan analisis tanah dan daun terlebih dahulu.
Pengertian Pupuk
• Pupuk an-organik merupakan pupuk buatan pabrik,berbahan dasar dari mineral dan udara. Bahan dasar pupuk nitrogen adalah nitrogen dari udara, sedangkan pupuk P, K, Ca, Mg dari tambang.
• Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa -sisa tanaman, hewan, dan manusia.[1] Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.[2] Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya.[2] Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, tongkol jagung, tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).
PUPUK ANORGANIK
Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik :
PUPUK TUNGGAL :
Pupuk yang dibuat dari satu unsur secara dominan.
Contohnya : Urea yang mengandung N, TSP atau SP 36 dengan P, dan KCl atau ZK dengan unsur K yang dominan.

PUPUK MAJEMUK

Pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur.
Contoh : pupuk DAP dan Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut juga Rustika Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N, P, dan K. Produsen pupuk biasanya juga menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe, B, Mo, Mn, dan Cu.

Metode Pemupukan

• Pemupukan dilakukan dengan sistem tebar dan sistem benam (Pocket) Pada sistem tebar, pupuk ditebarkan di piringan pada jarak 0,5 meter hingga pinggir piringan pada tanaman muda, dan pada jarak 1 – 2,4 meter pada tanaman dewasa.
• Pada sistem pocket, pupuk diberikan pada 4 – 6 lubang pada piringan disekeliling pohon. Kemudian lubang ditutup kembali. Sistem pocket disarankan pada areal rendahan, areal pirengan ataupun pada tanah pasiran yang mudah tercuci/ter- pupuk ini sebaiknya diaplikasikan dengan sistem pocket.
• Pemberian pupuk pada Tanaman Menghasilkan (TM) harus dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
• Pupuk N ditaburkan secara merata pada piringan mulai jarak 50 cm sampai dipinggir luar piringan.
• Pupuk P, K, dan Mg ditabur secara merata 1,5 m hingga jarak 3,0 m dari pangkal pokok
• Pupuk B ditaburkan secara merata pada jarak 30 – 50 cm dari tanaman pokok
• Pemberian pupuk pada kelapa sawit diatur dua kali dalam setahun.
• Pemberian pupuk yang pertama dilakukan pada akhir musim hujan yaitu bulan Maret – April
• Pemberian pupuk kedua dilakukan pada awal musim hujan yaitu bulan September – Oktober.
Persiapan pemupukan :
• Pembenahan piringan, pasar pikul, rorak, tapak kuda, tapak timbun dan lain-lain Penghancuran pupuk yang menggumpal
• Takaran pupuk dibuat per jenis dan dosis pupuk. Sapu lidi pendek ( 15 Cm ) berbentuk kipas untuk penebaran pupuk.
• Kebutuhan jenis dan dosis pupuk dan jumlah pohon, tenaga penebar, pengecer, pengangkut pupuk, transportasi pupuk ke lapangan.

PEMUPUKAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN

• Dosis pupuk ditentukan menurut umur tanaman, jenis tanah, penutup tanah, dan keragaan tanaman
• Waktu tanaman menurut umur tanaman
• Pada umur 1 bulan pupuk ZA ditebar mulai dari pangkal batang hingga 30 – 40 cm
• Di atas umur 1 bulan pupuk ZA, RP, MOP, dan Kiserit ditabur merata mulai 30 – 50 cm dari pangkal batang sampai batas lebar tajuk
• Pupuk boron ditabur di ketiak pelzepah daun
Standar Dosis
Pemupukan Tanaman Menghasilkan ( TM )
Pada Tanah Mineral :
Kelompok Umur
(Tahun)
Dosis Pupuk (gram/pohon)
Urea
SP-36
MOP ( KCl)
Kieserite
Jumlah
3 – 8
2,00
1,50
1,50
1,00
6,00
9 – 13
2,75
2,25
2,25
1,50
8,75
14 – 20
2,50
2,00
2,00
1,50
7,75
21 – 25
1,75
1,25
1,25
1,00
5,25

 

RSS
Follow by Email