kebutuhan vs keinginan

Pentingnya Membedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Dilema Antara Kebutuhan dan Keinginan

Dengan semakin mudahnya berbelanja dan bertransaksi, tidak jarang kita ini terjebak dengan kondisi boros di akhir bulan. Alih-alih memperoleh barang murah saat sale datang, malah sebenarnya kita “dirugikan”. Maka dari itu, pentingnya Anda mengetahui perbedaan kebutuhan dan keinginan, sehingga Anda tidak semakin boros.

Tidak jarang sekali saya mendengarkan atau memperoleh info jika di akhir bulan kebanyakan orang menjadi susah secara finansial. Ya, apalagi jika bukan tergiur dengan barang yang tengah sale. Anda tidak akan kaget jika mendengar wanita boros, tapi ada juga seorang laki-laki yang boros. Lalu kenapa boros ini kerap sekali menimpa Anda atau bisa saja saya sendiri? Tidak lain dan tidak bukan adalah tidak dapat membedakan kebutuhan dan keinginannya.

Saat e-commerce berlomba-lomba mengeluarkan sale, tidak jarang orang cek aplikasi e-commerce mereka. Siapa tahu, barang yang mereka butuhkan tengah sale. Saat mencari barang yang dibutuhkan, terlintas barang-barang yang di awalnya ingin dibeli tapi belum sempat terbeli karena mahal. Ternyata, barang tersebut tengah sale besar-besaran. Tanpa pikir panjang, Anda akan langsung klik tombol membeli dan langsung transfer saat itu juga.

Belum lagi ada e-commerce yang mempunyai program gratis ongkir tapi perlu berbelanja dengan sekurang-kurangnya harga tertentu. Anda pun terpaksa memenuhi persyaratan tersebut, alih-alih untuk memperoleh gratis ongkir. Padahal harga ongkir dengan barang yang Anda tambahkan cukup berbeda jauh.

Tidak hanya itu saja, ternyata barang yang Anda beli bukanlah barang yang Anda butuhkan saat itu. Menyesal? Kebanyakan iya, sisanya merasa tidak rugi, setidaknya dapat barang dengan harga murah.

Mereka kebanyakan merasa rugi saat di akhir bulan, karena mereka paham ternyata uang mereka tinggal 5 digit di ATM. Terkejut ? Sangat!

Lalu, apakah wajar dengan gaya hidup yang seperti itu? Tentu saja tidak wajar. Seharusnya, penghasilan yang sudah Anda dapatkan, cukup membuat Anda bertahan hingga akhir bulan.

Tidak hanya itu saja, seharusnya Anda pun sudah dapat mengalokasikan gaji Anda untuk menabung apalagi berinvestasi. Apa sih yang membuat hal tersebut terjadi? Apakah semua itu salah e-commerce tersebut? Tentu saja bukan! Hal tersebut juga bukan salah Anda.

Kita sudah banyak memperoleh info mengenai bagaimana caranya menjadi hemat dan Anda pun susah memilah info yang banyak tersebut. Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar kejadian tersebut tidak terjadi?

Di artikel ini, akan saya memperlihatkan bagaimana caranya agar dapat membedakan kebutuhan dan keinginan.

 

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Kebutuhan artinya segala sesuatu yang benar-benar perlu atau yang diperlukan, contohnya seperti komik berikut ini.

Ketika Anda lapar, apa yang Anda butuhkan? Makan, ya betul! Maka seharusnya jika Anda makan di warteg pun tidak menjadi masalah buat Anda. Karena Anda hanya membutuhkan makan bukan sebuah tempat. Bedakanlah dengan gambar di sebelahnya!

Gambar di sebelahnya merupakan suatu keinginan, sesuatu yang Anda ingin atau menjadi tambahan dari fungsi pertama.

Jika Anda lapar, yang Anda ingin makan di restoran mahal, padahal Anda hanya butuh makanan. Makan di warteg maupun di restoran mahal, Anda tetap akan merasa kenyang. Perbedaannya adalah makan di warteg tidak akan menguras dompet Anda, tetapi makan di restoran mewah menguras dompet Anda.

Lalu, bagaimana caranya membedakan kebutuhan dan keinginan? Berikut adalah tips yang akan saya berikan.

1. Buat Anggaran dengan Pertanyaan

Ketika di awal bulan, Anda perlu membuat anggaran keuangan. Mengapa? Dengan anggaran ini, Anda akan mengetahui pengeluaran Anda, berapa yang akan Anda habiskan pada pos-pos pengeluaran.

Kemudian, saat Anda membuat anggaran, pastikan Anda menjawab pertanyaan berikut ini:

  • Apakah Anda membutuhkan benda itu saat ini?
  • Bagaimana jika benda tersebut tidak dibeli saat ini?
  • Adakah benda lain sebagai gantinya?

Anda akan mengetahui mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan. Jika memang itu kebutuhan Anda, Anda akan menjawab nomor 2 dengan jawaban dimana Anda tidak dapat hidup karena benda tersebut.

Tidak hanya saat Anda membuat anggaran saja, akan tetapi saat Anda membeli barang pun dapat dilaksanakan pertanyaan tersebut. Jika jawaban nomor 2 adalah membuat Anda tidak dapat hidup di bulan itu, maka barang tersebut adalah kebutuhan Anda.

 

2. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran

Jangan lupakan cara ini! Anda HARUS mencatat pemasukan dan PENGELUARAN SETIAP HARI, sehingga Anda tahu kemana saja uang Anda habisnya. Selain itu, Anda pun dapat mengontrol pengeluaran Anda jika digabungkan dengan anggaran Anda. Anda pun sudah pasti akan semakin hemat dan bijaksana dalam mengeluarkan uang Anda.

 

3. Buatlah Tabel Keinginan dan Kebutuhan

Saat Anda ingin pergi ke mall atau sekadar lihat e-commerce, Anda dapat membuat tabel keinginan dan kebutuhan yang sudah pasti perlu Anda ingat dimanapun. Anda dapat menaruhnya di smartphone Anda, kamar atau apalagi Anda dapat membawanya kemana-mana dengan menggunakan catatan. Pastikan Anda hanya membeli kebutuhan Anda jika Anda berbelanja.

Apakah haram hukumnya untuk membeli keinginan Anda? Tentu saja tidak! Jika Anda sudah tahu bagaimana caranya mengatur keuangan Anda, seharusnya Anda pun sudah paham kapan dan berapa uang yang seharusnya Anda habiskan untuk keinginan Anda.

RSS
Follow by Email