Proses Pembuatan Website Bisnis

Proses Pembuatan Website Bisnis dan Biaya Pembuatan !

Proses pembuatan website bisnis – Website adalah sarana pemasaran yang efektif untuk cepatnya perubahan teknologi sekarang. Website bisnis adalah sebuah halaman web atau kumpulan halaman web yang dibuat untuk mewakili suatu bisnis atau perusahaan secara online. Tujuan utama dari website bisnis adalah untuk memperkenalkan bisnis kepada pengunjung, menyediakan informasi tentang produk atau layanan yang ditawarkan, dan membangun kepercayaan dengan calon pelanggan.

Namun, untuk membuat website kamu harus tau berapa sih biaya pembuatan website bisnis itu? Website mempuya beberapa jenis, salah satunya website bisnis. Singkatnya harga pembuatan website berkisar ratusan ribu hingga jutaan. Wah, cukup mahal juga ya. Lalu bagaimana proses pembuatan website bisnis itu? Simak terus ya!

 

Proses Pembuatan Website Bisnis

 

Membuat Planning

Proses Pembuatan Website Bisnis

Proses perencanaan (planning) merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pembuatan website. Tahap perencanaan yang baik akan membantu kamu memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan, struktur, dan konten di website kamu

Tentukan tujuan utama dari website. Apakah itu untuk mempromosikan bisnis, menjual produk atau layanan, menyediakan informasi, atau mengumpulkan data pengunjung? Tentukan juga target audiens yang ingin kamu jangkau dengan website.

Tentukan jenis konten yang akan ada di website, termasuk teks, gambar, video, dan elemen lainnya. Pastikan konten tersebut sesuai dengan tujuan dan dapat menarik minat pengunjung. Buatlah daftar konten yang diperlukan dan perencanaan untuk mengumpulkannya.

Membuat Desain Website

Proses pembuatan website bisnis dengan desain yang baik melibatkan beberapa langkah penting. Tahap awal adalah merencanakan dan merancang struktur dan tampilan website. Identifikasi tujuan bisnis, audiens target, dan konten yang ingin disajikan di website. Buatlah sketsa atau wireframe untuk menggambarkan tata letak halaman dan navigasi.

Buat desain visual yang menarik dan sesuai dengan identitas merek bisnis. Pertimbangkan pemilihan warna, font, dan elemen desain lainnya yang mencerminkan citra perusahaan Anda.

Pastikan website Anda responsif, artinya dapat menyesuaikan diri dengan perangkat yang digunakan pengunjung, baik itu desktop, tablet, atau ponsel. Pastikan tampilan dan fungsionalitas website tetap optimal di berbagai ukuran layar.

Membuat Beberapa Fitur

Proses Pembuatan Website Bisnis

Mulailah dengan mengidentifikasi kebutuhan khusus bisnis dan fitur apa yang akan membantu mencapai tujuan bisnis. Pertimbangkan apakah memerlukan fitur seperti formulir kontak, sistem pemesanan online, toko online, integrasi media sosial, blog, atau fitur khusus lainnya.

Buatlah rencana untuk setiap fitur yang akan ditambahkan ke website. Pertimbangkan tata letak halaman, alur navigasi, dan integrasi antara berbagai fitur. Buat wireframe atau sketsa untuk memvisualisasikan tampilan dan fungsionalitas fitur-fitur tersebut.

Pilihlah platform website yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti WordPress, Joomla, atau Drupal. Setelah itu, cari plugin atau ekstensi yang mendukung fitur-fitur yang diinginkan. Misalnya, jika ingin memiliki toko online, kamu bisa menggunakan plugin WooCommerce untuk WordPress.

Lakukan Testing dan Launching

Setelah proses pengembangan website selesai, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian (testing) dan peluncuran (launching). Lakukan pengujian menyeluruh terhadap fungsionalitas website. Periksa semua fitur, formulir, dan interaksi pengguna untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik. Pastikan tidak ada bug, kesalahan tampilan, atau masalah teknis lainnya.

Melibatkan pengguna untuk menguji website dapat memberikan wawasan berharga. Tentang pengalaman pengguna dan memperbaiki masalah yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya. Ajukan pertanyaan dan perhatikan tanggapan pengguna terhadap desain, navigasi, dan fungsionalitas website.

Setelah semua pengujian selesai dan masalah telah diperbaiki, kamu siap untuk meluncurkan website. Upload file dan konten website ke server hosting. Pastikan semua tautan dan navigasi berfungsi dengan baik. Verifikasi kembali bahwa website telah diterbitkan secara publik dan dapat diakses oleh pengunjung.

Baca juga : Apa itu pemasaran digital? Beberapa Kelebihan dan Kekurangannya !

Setelah peluncuran, perhatikan kinerja website. Periksa apakah ada masalah atau kesalahan yang muncul setelah peluncuran. Terus lakukan pemeliharaan rutin, update konten, dan pastikan keamanan website tetap terjaga.

Nah begitu lah, proses pembuatan website bisnis secara umum. Bagaimana pendapatmu? Susah atau mudah? Kamu bisa menyewa jasa pembuatan website jika enggan membuat website sendiri. Selamat mencoba!

RSS
Follow by Email