Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase, Mana yang Lebih Bagus?

Apakah Anda sedang mencari informasi tentang sablon plastisol vs sablon waterbase? Anda ingin tahu apa saja perbedaan, kelebihan, dan kekurangan dari kedua jenis sablon ini? Apakah Anda ingin tahu bagaimana cara memilih sablon yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda?

Jika menurut Anda adalah ya, maka artikel ini adalah untuk Anda. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang sablon plastisol dan sablon waterbase, dua jenis sablon yang sering digunakan untuk membuat produk tekstil seperti kaos, jaket, tas, dan lain-lain.

Kami akan menjelaskan tentang apa itu sablon plastisol dan sablon waterbase, apa saja perbedaan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing sablon, dan bagaimana cara memilih sablon yang tepat untuk produk tekstil Anda.

 

Apa itu Sablon Plastisol?

Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Sablon plastisol adalah teknik sablon yang menggunakan tinta berbahan dasar PVC (Polyvinyl Chloride) atau sering disebut juga sebagai “plastic solvent” yang merupakan kepanjangan dari plastisol.

Tinta plastisol memiliki tekstur yang lebih kental dan pekat dibandingkan dengan tinta water-based karena terbuat dari bahan minyak.

Sablon plastisol cocok untuk diaplikasikan pada berbagai jenis pakaian berbahan dasar katun yang tahan panas.

Hal ini dikarenakan tinta plastisol akan memberikan hasil cetak yang sangat lembut apabila diberi finishing dengan dipress dengan suhu sekitar 150 derajat Celcius. Proses finishing bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Sablon plastisol memberikan hasil cetak dengan daya tutup yang baik walau digunakan untuk mencetak di kain berwarna gelap sekalipun.

Gambar yang dihasilkan memiliki kesan semi-glossy atau sedikit mengkilap, bukan matte atau doff. Tinta plastisol mampu menghasilkan desain-desain raster yang halus dengan kualitas yang maksimal.

 

Apa itu Sablon Waterbase?

Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Sablon waterbase adalah teknik sablon yang menggunakan tinta berbahan dasar air. Tinta waterbase memiliki tekstur yang lebih mudah digesut.

Namun di beberapa jenis produk, tinta waterbase memiliki sifat yang cepat kering, sehingga untuk pengaplikasian di mesin diperlukan tinta waterbase khusus yang lebih tidak cepat kering agar nantinya tidak membuat screen mampet.

Sablon waterbase biasa digunakan untuk mencetak di bahan yang mampu menyerap air dengan baik, dan juga bahan-bahan pakaian yang bersifat elastis seperti polyester, poly-spandex, CVC, katun hingga katun-spandex.

Oleh karena itu tinta waterbase menjadi pilihan tepat untuk mencetak di kaos, sweater, topi, hingga baju renang.

Sablon waterbase memberikan hasil cetak yang sangat halus. Bahkan, ketika sudah selesai disablon ke dalam kaos, Anda tidak dapat merasakan lapisan tintanya pada bahan.

Hal ini dikarenakan tinta waterbase merupakan tinta dengan kemampuan menutup yang sangat rendah (low coverage).

Jadi, tinta ini tidak cocok digunakan di kaos yang gelap. Untuk kaos yang gelap, tinta ini harus dicampur dengan bahan kimia yang membuatnya lebih terang. Akan tetapi, warna yang keluar seringkali tidak konsisten.

 

Perbedaan Sablon Plastisol dan Sablon Waterbase

Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Berikut adalah beberapa perbedaan antara sablon plastisol dan sablon waterbase:

1. Bahan Dasar

Sablon plastisol menggunakan tinta berbahan dasar minyak (PVC), sedangkan sablon waterbase menggunakan tinta berbahan dasar air.

2. Tekstur

Sablon plastisol memiliki tekstur yang lebih pekat dan kental, sedangkan sablon waterbase memiliki tekstur yang lebih mudah digesut.

3. Penggunaan

Sablon plastisol cocok untuk diaplikasikan pada bahan katun yang tahan panas, sedangkan sablon waterbase cocok untuk diaplikasikan pada bahan yang menyerap air dan elastis.

4. Hasil Cetak

Sablon plastisol memberikan hasil cetak yang semi-glossy, daya tutup yang baik, dan detail yang tinggi, sedangkan sablon waterbase memberikan hasil cetak yang halus, daya tutup yang rendah, dan warna yang cerah.

5. Kelebihan dan Kekurangan dari Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Sablon plastisol memiliki kelebihan seperti hasil cetak yang tahan lama, tidak mudah luntur, dan bisa digunakan untuk berbagai warna dan desain, namun memiliki kekurangan seperti harga yang relatif mahal, tidak ramah lingkungan, dan hasil cetak yang terasa tebal dan kasar.

Sablon waterbase memiliki kelebihan seperti hasil cetak yang nyaman, lembut, dan ramah lingkungan, namun memiliki kekurangan seperti harga yang relatif mahal, hasil cetak yang tidak tahan lama, mudah luntur, dan tidak bisa digunakan untuk kaos gelap.

 

Bagaimana Cara Memilih Sablon yang Tepat?

Panduan Memilih Sablon yang Tepat

Setelah mengetahui perbedaan, kelebihan, dan kekurangan dari sablon plastisol dan sablon waterbase, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara memilih sablon yang tepat untuk produk tekstil Anda. Inilah beberapa tips bagaimana cara memilih sablon yang tepat:

1. Tentukan Tujuan dan Target Pasar Anda

Apakah Anda ingin membuat produk tekstil untuk diri sendiri, untuk dijual, atau untuk promosi? Siapa yang akan menjadi konsumen atau penerima produk tekstil Anda? Apa yang ingin Anda sampaikan melalui produk tekstil Anda?

2. Tentukan Jenis dan Kualitas Bahan yang Anda Gunakan

Apakah Anda menggunakan bahan katun, polyester, denim, atau lainnya? Bahan Anda berwarna putih, terang, gelap, atau motif? Apakah bahan Anda tebal, tipis, halus, atau kasar?

3. Tentukan Desain Gambar atau Tulisan yang Anda Inginkan

Apakah Anda ingin membuat gambar atau tulisan yang sederhana, kompleks, detail, atau abstrak? Anda ingin menggunakan warna solid, gradasi, atau full color? Apakah Anda ingin menggunakan efek tertentu seperti mengkilap, lembut, atau timbul?

4. Tentukan Budget dan Jumlah Produksi yang Anda Miliki

Berapa banyak produk tekstil yang ingin Anda buat? Berapa banyak uang yang bisa Anda keluarkan untuk biaya sablon? Apakah Anda memiliki waktu yang cukup untuk proses sablon?

 

Kesimpulan: Sablon Plastisol vs Sablon Waterbase

Sablon plastisol dan sablon waterbase adalah dua jenis sablon yang sering digunakan untuk membuat produk tekstil. Keduanya memiliki perbedaan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.

Untuk memilih sablon yang tepat, Anda perlu menentukan tujuan, target pasar, jenis bahan, desain gambar atau tulisan, budget, dan jumlah produksi Anda.

Anda juga dapat berkonsultasi dengan jasa sablon profesional jika Anda membutuhkan bantuan atau saran.

Demikianlah artikel tentang sablon plastisol vs sablon waterbase. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam membuat produk tekstil yang berkualitas dan menarik. Terima kasih telah membaca.

Jika Anda tertarik untuk membuat produk tekstil dengan sablon plastisol atau sablon waterbase yang berkualitas dan menarik, Anda dapat mencari jasa sablon kaos yang profesional dan terpercaya.

Jasa sablon kaos dapat membantu Anda dalam memilih jenis sablon yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda, serta memberikan hasil cetak yang memuaskan.

Salah satu jasa sablon kaos yang dapat Anda pertimbangkan adalah Cetakkaos.id. Cetakkaos.id adalah jasa sablon kaos jogja yang menyediakan berbagai macam jenis sablon, termasuk sablon plastisol dan sablon waterbase.

RSS
Follow by Email