Santri Kunci Revolusi Peradaban Manusia Masa Kini -01

Santri Kunci Revolusi Peradaban Manusia Masa Kini

Santri kunci revolusi – Dewasa ini kita telah sampai kepada zaman dimana peradaban manusia sudah dikuasai oleh berbagai macam kecanggihan teknologi dan sains. Era modern seperti sekarang ini membuat manusia terlena dengan segala keindahan, membuat manusia merasa semakin betah untuk hidup lebih lama.

Memang sudah sewajarnya dunia berada pada posisi serba digital sesuai dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini. Dunia telah berkembang dan terus akan berkembang menemukan hal-hal baru untuk manusianya.

Namun, kehidupan ini memiliki dua sisi bagaikan koin; hitam dan putih, baik dan buruk, bahagia dan sedih, kemajuan dan kemunduran, ada dan tiada, tampak dan tidak tampak. Masing-masing dari kesemuanya pasti akan berlaku sesuai waktunya.

Manusia lawan Mesin

Maka, kita sudah mengalami saat ini kemajuan teknologi yang kiat melesat, bahkan kini sudah hadir Artificial Intelligence (AI). AI adalah kecerdasan buatan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Kecerdasan buatan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. (sumber: Wikipedia)

Lalu apa artinya?

Santri kunci revolusi – Dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI) ini berarti persaingan industri semakin bergeser ke arah yang lebih berkelas. Kini manusia tidak lagi bersaing dengan manusia lain, lawan manusia adalah mesin. Sedangkan kita tahu bahwa mesin mampu bekerja lebih lama daripada manusia, ya kan dia enggak punya lelah kecuali rusak.

Pengetahuan seolah menjadi bumerang

Bisa kita bayangkan sedemikian hebatnya inovasi manusia sehingga mampu menciptakan kecerdasan buatan namun berdampak kurang baik pula pada manusia yang masih berada di bagian bawah atau pinggiran. Sungguh luar biasanya teknologi masa kini dan itu adalah ciptaan manusia, tapi tanpa kita sadar akan ada yang lebih berkuasa lagi yang sudah menciptakan manusia tadi.

Teknologi sudah seperti Tuhan atau manusia yang menuhankan teknologi. Mungkin selama ini yang menjadi motivasi teknologi dalam masa proses pengembangannya menggunakan kata pepatah “di atas langit masih ada langit” sehingga terus dan terus membuat hal-hal yang baru sampai sejauh ini adalah AI tadi. Padahal, semua yang tersebut hilang sudah ketika kita mengucapkan kalimat “subhaana robbial a’laa wa bihamdihi”. hilang sudah, yang ada hanya tinggal yang Maha Kuasa.

Santri menjadi kunci

Di zaman sekarang sulit sekali kita mendapati manusia yang mengerti akan kesadaran tersebut. Kini kita jarang menemukan manusia yang faham akan manusianya. karena apa? saat ini orang-orang sudah enggan berkumpul dengan orang-orang saleh, saat ini sulit sekali mencari anak-anak muda yang mau mengaji ilmu agama.

Jika fenomena ini terus dibiarkan, maka orang-orang garis bawah akan selamanya berada di bawah. Sebaliknya, orang-orang yang berada di atas akan semakin merasakan kehidupan yang serba ada.

Oleh sebab itu, harapan untuk kemajuan bangsa ini berada pada pemuda yang faham ilmu agama, berdedikasi, kreatif, mampu dan mau bekerja keras, kuat bersaing, dan pantang menyerah. dan pemilik karakter seperti ini adalah santri, maka menjadi santri masa kini bukan lagi santri yang cuma ngaji di pondok pesantren.

Santri masa kini adalah santri yang memahami ilmu teknologi dan sains, Santri yang mahir berkreasi menciptakan produk-produk dan konsep-konsep demi kemajuan masyarakatnya, Santri yang berdedikasi secara sadar ditopang dengan ilmu pengetahuan tentang agama.

Maka santri-lah yang menjadi kunci masa depan pembangunan bangsa, Santri yang menjadi garda terdepan dalam kemajuan perekonomian yang mandiri. Maka jadilah Santri yang menjadi kebanggaan bagi agama dan negeri.