SKRIPSI, TESIS, DAN DISERTASI, APA SAJA PERBEDAANNYA?

Istilah skripsi, tesis, dan disertasi semestinya terdengar familier di telinga mahasiswa. Sekilas ketiganya kelihatan serupa, yaitu suatu dokumen tertera yang dibuat mahasiswa cocok kaidah penulisan baku, sistematis, dan juga kenakan metode ilmiah. Kemudian, tugas akhir selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan penguji dan dosen pembimbing.

Namun, skripsi, tesis, dan disertasi adalah tiga model tugas akhir yang berbeda. Bukan cuma sekadar jenjang pendidikan saja, tapi terhitung mencakup kualitas isi dokumen tertera tersebut. Apa saja aspek yang membedakan ketiganya? Yuk, review ulasan lengkap selanjutnya ini.

 

Jenjang Pendidikan

Seperti diketahui, skripsi adalah tugas akhir yang dibuat untuk capai gelar sarjana. Sementara, jasa tesis kedokteran merujuk pada karya ilmiah tertera jenjang magister atau pascasarjana (S2). Disertasi jadi karya tulis ilmiah mahasiswa yang hendak selesaikan program doktoral atau S3.

 

Permasalahan yang Diangkat

Kedalaman persoalan yang diangkat terhitung jadi pembeda paham antara ketiganya. Skripsi mengangkat masalah yang bersumber pada pengalaman empirik dan bersifat tidak mendalam. Tesis terhitung bisa berasal dari pengalaman empirik, tapi bersifat mendalam dan teoritis. Disertasi berangkat dari kajian teoritis dengan perlindungan fakta empirik sehingga persoalan yang digali sangat mendalam dan spesifik.

 

Proses Penulisan

Proses penulisan tentang erat dengan kemandirian penulis sementara pengerjaan tugas akhir. Pada skripsi, mahasiswa tetap memperoleh bimbingan lumayan intensif dari pembimbing dengan porsi 60% penulis dan 40% pembimbing. Persentase ini alami penurunan sementara pengerjaan tesis dikarenakan penulis berperan 80% didalam prosesnya. Ketika mengakibatkan disertasi, penulis bertanggung jawab 90% atas karya tulis ilmiah selanjutnya dengan sedikit pendampingan dari pembimbing.

 

Bobot Ilmiah Karya Tulis

Dari sudut pandang akademik, skripsi punyai bobot ilmiah pada tingkat rendah hingga sedang. Tesis menduduki bobot ilmiah tengah hingga tinggi dengan terdapatnya pengembangan dan pendalaman teori dan juga penelitian yang dilakukan. Disertasi membawa bobot ilmiah tertinggi sehingga mahasiswa mesti menemukan teori baru atau terobosan lain untuk memperkaya bidang yang digelutinya.

 

Cara Pemaparan

Dari bobot ilmiah, pasti anda bisa memperkirakan seperti apa langkah pemaparan masing-masing tugas akhir. Skripsi biasanya dominan pemaparan deskriptif. Tesis dipaparkan dengan analitis dan deskriptif. Sementara itu, pemaparan disertasi biasanya bersifat analitis sehingga sangat membicarakan tuntas persoalan yang diusung.

 

Model Analisis dan Jumlah Rumusan Masalah

Dengan model analisis rendah hingga sedang, jumlah rumusan masalah yang diangkat skripsi berkisar satu hingga dua masalah saja. Untuk selesaikan tesis, paling tidak mahasiswa mesti siap menemukan tiga rumusan masalah yang kenakan model analisis tingkat tengah hingga tinggi. Artinya, disertasi mengandalkan model analisis tinggi dengan lebih dari tiga rumusan masalah.

 

Metode Statistik yang Digunakan

Secara umum, skripsi banyak manfaatkan uji kualitatif atau uji deskriptif, uji statistik non parametrik (chi kuadrat, tes binomial, run test), uji statistik parametrik, uji hipotesis asosiatif, dan uji hipotesis komparatif. Kadang bisa terhitung kenakan regresi, korelasi, dan uji beda.

Sementara itu, tesis sering manfaatkan uji regresi ganda atau kualitatif lanjut, multivariat dan multivariat lanjutan (persamaan simultan, information panel, regresi logistik, ekonometrika statis dan dinamis, dst), SEM, dan path analysis. Metode sama terhitung digunakan pada pengerjaan disertasi, tapi didalam cakupan lebih kompleks dan berbobot.

 

Jenjang Pembimbing dan Penguji

Pembimbing dan penguji sedikitnya punyai gelar magister untuk mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Untuk penggarapan tesis, mahasiswa akan memperoleh pembimbing maupun penguji dari doktor dan magister berpengalaman. Sementara, pada pembuatan disertasi, profesor dan doktor mempunyai pengalaman mengambil peran tersebut.

 

Keaslian Penelitian
Skripsi bisa bersifat replika penelitian yang telah ada, tapi mengangkat area berbeda. Tesis menekankan keaslian penelitian, namun disertasi mesti asli alias belum pernah ditunaikan di awalnya dikarenakan diharuskan mengembangkan sesuatu yang baru.

 

Publikasi Penelitian

Skripsi sedikitnya punyai 20 daftar pustaka sehingga bisa dipublikasikan didalam lingkup internal kampus dan nasional. Tesis mesti membawa sedikitnya 40 daftar pustaka dan sebaiknya hasil penelitian dipublikasikan sedikitnya skala nasional. Disertasi mesti mempunyai kandungan sedikitnya 60 daftar pustaka sehingga bisa dipublikasikan secara nasional maupun internasional.

RSS
Follow by Email