upaya pemerintah mengurangi sampah plastik

Upaya Pemerintah Mengurangi Sampah Plastik

Upaya Pemerintah Kurangi Sampah Plastik Masyarakat, Penumpukan sampah plastik masih menjadi masalah yang sulit di Indonesia. Jika tidak segera diatasi, dapat membahayakan kelestarian lingkungan. Berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, tidak kurang dari 3,2 juta ton sampah plastik dibuang ke laut. Upaya pemerintah mengurangi sampah plastik dikalangan masyarakat dengan meminimalisirkan penggunaan plastik.

Peraturan Tentang Pengurangan Sampah Plastik

Menerbitkan juga Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 75 Tahun 2019 tentang roadmap pengurangan sampah oleh produsen dengan tujuan pengurangan sampah plastik. Rosa Vivien Ratnawati, Dirjen Pengelolaan Persampahan, Pengelolaan Sampah Padat dan Bahan Berbahaya Beracun (B3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berharap regulasi ini dapat memacu upaya untuk mengurangi limbah Peraturan tersebut mengatur pengemasan produk yang disetujui oleh produsen.

Oleh karena itu, pengemasan yang dimaksud harus mematuhi standar daur ulang atau pengomposan. Selanjutnya, sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular, perusahaan harus menyiapkan sistem untuk mengambil kembali kemasan untuk didaur ulang. Rosa mengatakan aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk kantong plastik, tetapi untuk semua kemasan plastik sekali pakai lainnya. “Ada tiga jenis produsen yang wajib mengubah kemasan produk berdasarkan peraturan ini, yaitu manufaktur, ritel, dan jasa makanan,” jelas Rosa.

Langkah Yang Diambil oleh Pemerintah Upaya Mengurangi Limbah Plastik

Langkah nyata untuk mengurangi sampah plastik pada dasarnya, segala upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut tidak akan menemukan solusi jika diselesaikan sendiri. Seperti yang dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sektor swasta memiliki peran untuk dimainkan, terutama dalam hal pengemasan dan masalah terkait produk lainnya. Saat ini, PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) merupakan salah satu pihak swasta yang berinisiatif untuk mengurangi penggunaan plastik pada produknya.

Produsen ban telah mengambil tindakan nyata di negara bagian Sakura sebagai bagian dari strategi pengelolaan limbah rumah tangga dan limbah rumah tangga nasional. Pada awal September 2020, Bridgestone memperkenalkan label ban baru dengan desain yang lebih ringkas dan menarik. Ukuran label 40% lebih kecil dari label sebelumnya. Ini mengurangi penggunaan plastik. “Karena penggunaan label ban masih diminati di pasar Indonesia, kami maksimalkan dengan membuat desain yang lebih ringkas dan menarik,” kata Mukiat Sutikno, President Bridgestone Indonesia, dalam keterangan tertulis pada Rabu ( 9 /9/2020).

Mukiat menjelaskan bahwa ukuran label yang baru merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik. Meski dimensinya lebih kecil, tambah Mukiat, label pada setiap ban memuat informasi mengenai produk ban, informasi pabrikan, pemenuhan standar dan sertifikasi. Diperlukan, serta petunjuk penggunaan. Selain dimensi, Bridgestone juga memodifikasi label barunya dengan menambahkan kode QR untuk mengakses fitur produkdan informasi produk penting lainnya.

Menurut Mukiat, dihitung berdasarkan rata-rata penjualan tahunan ban Bridgestone di Indonesia, pengurangan label ban ini akan mengurangi sampah plastik sekitar 7 ton per tahun. “Inisiatif ini tentunya sejalan dengan misi CSR global Bridgestone, yaitu ‘Cara Kami Melayani,’ kata Mukiat.

Cara Mengelola Pernyataan misi limbah, lanjut Mukiat, mencerminkan filosofi perusahaan untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dengan memperhatikan dampak jangka panjang. Mereka menyebutnya “melayani masyarakat dengan kualitas tertinggi. ” Komitmen, Bridgestone tidak hanya memastikan memberikan yang terbaik, produk, tetapi juga memastikan lingkungan yang sehat untuk generasi sekarang dan mendatang.

RSS
Follow by Email